Dikti
Pendidikan Pascasarjana Profesi
Ditulis oleh Irwandi
Friday, 21 August 2009
Sebanyak 88 dosen politeknik Indonesia terseleksi akan mengikuti program Double Degree Kerjasama Indonesia dan Perancis (DDIP) 2009.
Program pascasarjana profesi ini khusus diperuntukkan bagi dosen politeknik. Tahun pertama, kuliah dilangsungkan di perguruan tinggi penyelenggara di Indonesia. Berikutnya, tahun kedua dilakukan di perguruan tinggi Perancis. Bagi yang lulus, mendapatkan dua ijazah sekaligus dari masing-masing perguruan tinggi.
Dosen terseleksi terdiri dari 30 orang dari Program Studi Teknik Elektro; 20 orang dari Program Studi Teknik Mesin; 12 orang dari Program Studi Teknik Sipil; 8 orang dari Program Studi Pertanian dan 16 orang dari Program Studi Kajian Pariwisata.
“Pascasarjana profesi ini untuk menjawab perintah Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bahwa semua Dosen, termasuk di Politeknik harus memiliki kualifikasi minimal magister, sekaligus mengakomodir kompetensi utama mereka yang berbasis vokasi. Perancis memiliki Modalitas magister of Profesional studies yang cukup baik”, kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D dalam acara Pembekalan Program DDIP 2009 (20/08)
Bapak Dominique Dubois, Atase kerjasama Ilmiah dan Teknik Perancis berkesempatan hadir dan memberikan pengantar yang sangat atraktif tentang sistem dan dinamika pendidikan di Perancis. Hadir juga bapak Prof. Dr. Muchlas Samani, Direktur Ketenagaan Dikti, dan Drs. Istri Hardiyati, MM, Kasubdit Pengembangan Ketenagaan, Ditnaga, Dikti.
Para dosen yang terpilih akan diperlakukan istimewa selama mengikuti pendidikan di Perancis, kata bapak Dominique. ‘Akan dijemput semenjak kedatangan pertama mereka di Bandara, dicarikan kereta api terbaik dan diantar sampai ke dormitory”, tambah bapak Doiminique.
Program ini didanai dengan dana pemerintah Indonesia dan pemerintah Perancis. Pemerintah Indonesia mendanai pendidikan di Indonesia berupa Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) dan pendidikan di Perancis berupa beasiswa luar negeri (Living cost dan airfare). Pemerintah Perancis mendanai tuition fee, asuransi, dan pendidikan bahasa Perancis di Indonesia.
Tahun 2009 ini ada 4 perguruan tinggi penyelenggara yaitu 1) Universitas Indonesia dengan melibatkan Program Studi: Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil; 2) Institut Pertanian Bogor dengan melibatkan Program Studi Profesi Industri Kecil dan Menengah; 3) Universitas Gadja Mada dengan melibatkan Program Studi Administrasi Bisnis; 4) Universitas Udayana dengna melibatkan Program Studi Pariwisata. Semoga sukses.
Recommend this article…
Terakhir Diperbaharui ( Friday, 21 August 2009 )